Sabtu, 22 September 2012

LIMBAH MEMBAWA BERKAH



-->
BAB  I

PENDAHULUAN

1.1.Latar Belakang


Masalah lingkungan yang dihadapi dewasa ini pada dasarnya adalah masalah ekologi manusia. Dimulai dengan makin maraknya industri besar yang berdiri serta kehidupan masyarakat yang tidak peduli terhadap lingkungan sekitarnya. Mulailah timbuh tumpukan limbah yang tidak dibuang sebagaimana mestinya. Hal ini berakibat pada kehidupan manusia di bumi yang menjadi tidak sehat sehingga menurunkan kualitas kehidupan terutama pada lingkungan sekitar.
Maka dari itu karya tulis ilmiah ini akan dilengkapi dengan faktor – faktor yang timbul dan upaya – upaya yang dapat dilakukan mengenai masalah limbah. Dengan maksud dan tujuan supaya karya tulis ilmiah ilmiah tentang dampak limbah serta penanggulangannya ini dapat dijadikan masukan untuk membenahi kualitas kehidupan karena adanya limbah yang tidak di buang sebagaimana mestinya.
Pada karya tulis ilmiah ini terdapat beberapa cara yang dapat ditempuh guna meminimalisir dampak dari limbah dan akhirnya kita dapat bersama mengurangi dampak dari adanya limbah sampah. Karena ada juga yang masih dapat dimanfaatkan terutama limbah hewan yang dapat dijadiakan pupuk atau limbah plastik yang isa di daur ulang serta limbah lain yang bisa dimanfaatkan kembali.



1.2. Perumusan Masalah

Penelitian ini mengangkat masalah mengenai pemanfaatan limbah home industry keripik pedas, yang membahas:

1.2.1.     Limbah apa saja yang di hasilkan oleh industri ini ?

1.2.2.     Bagaimana cara memanfaatkan limbah minyak sisa penggorengan keripik sehingga tidak mencemari lingkungan ?

1.2.3.     Bagaimana cara memanfaatkan limbah yang berasal dari kulit singkong sehingga tidak hanya menjadi yang tidak berguna ?








1.3.Kegunaan Penelitian

Penelitian ini diharapkan berguna bagi semua pihak, diantaranya :

1.3.1.      Siswa
Untuk para siswa diharapkan pendaur ulangan limbah menjadi pemicu kesadaran akan pentingnya berpikir kreatif dalam pelestarian lingkungan.


1.3.2.      Guru
Penelitian ini diharapkan menjadi referensi dalam proses pembelajaran bagi peserta didik untuk lebih mecintai lingkungan.

1.3.3.      Masyarakat
Bagi masyarakat penelitian ini diharapkan menjadi sumber pengetahuan dalam mengatasi persoalan limbah rumah tangga.
 
-->
BAB II
KAJIAN TEORITIS

2.1. Pengertian Limbah

Limbah berdasarkan Pasal 1 angka (20) Undang-Undang No. 32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (UUPPLH) adalah sisa suatu usaha dan/atau kegiatan.
Limbah adalah buangan yang dihasilkan dari suatu proses produksi baik industri maupun domestik (rumah tangga, yang lebih dikenal sebagai limbah) atau juga dapat dihasilkan oleh alam yang kehadirannya pada suatu saat dan tempat tertentu tidak dikehendaki lingkungan karena tidak memiliki nilai ekonomis. Bila ditinjau secara kimiawi, limbah ini terdiri dari bahan kimia organik dan anorganik (Cucu Suhendar, IPA SMK Armiko,2006)
Menurut Ecolink 1996 Limbah adalah barang yang terbuang atau dibuang dari aktivitas manusia maupun proses alam.
Sedangkan menurut Wakipedia Indonesia Limbah adalah buangan yang dihasilkan dari suatu proses produksi baik industri maupun domestik(rumah tangga). Yang kehadirannya pada suatu saat & tempat tertentu tidak dikehendaki lingkungan karena tidak memiliki nilai ekonomis.
Jadi limbah adalah zat buangan tidak terpakai yang berasal dari proses produksi industri maupun domestik yang berdampak negatif terhadap masyarakat jika tidak dikelola dengan baik.
Dengan konsentrasi dan kuantitas tertentu, kehadiran limbah dapat berdampak negatif terhadap lingkungan terutama bagi kesehatan manusia, sehingga perlu dilakukan penanganan terhadap limbah. Penanganan limbah ini tentunya tidak hanya sekedar mengolah atau mendaur ulang langsung tanpa memperhatikan jenis limbah dan cara penangannanya karena dari setiap limbah yang ada mempunyai ciri berbeda terhadap dampak yang ditimbulkanya.

2.2. Karakteristik Limbah :

Pada umumnya sesuatu yang ada di bumi ini memiliki suatu karakteristik yang berbeda. Termasuk juga limbah yang mempunyai karakteristik sebagai berikut :

1.      Berukuran mikro
Karekteristik ini merupakan karakterisik pada besar kecilnya limbah atau volumenya. Contoh dari limbah yang berukuran mikro atau kecil atau bahkan tidak bisa terlihat adalah limbah industri berupa bahan kimia yang tidak terpakai yang di buang tidak sesuai dengan prosedur pembuangan yang dianjurkan.





2.      Dinamis
Yang dimaksud dinamis disini adalah tentang cara pencemarannya yang tidak dalam waktu singkat menyebar dan mengakibatkan pencermaran. Biasanya limbah dalam menyerbar di perlukan waktu yang cukup lama dan tidak diketahui dengan hanya melihat saja. Hal ini dikarenakan ukuran limbah yang tidak dapat dilihat.


3.      Berdampak luas (penyebarannya)
Luasnya dampak yang di timbulkan oleh limbah ini merupakan efek dari karakteristik limbah yang berukuran mikro yang tak dapat dilihat dengan mata telanjang. Contoh dari besarnya dampak yang ditimbulkan yaitu adanya istilah “Minamata Disease” atau keracunan raksa (Hg) di Jepang yang mengakibatkan nelayan-nelayan mengidap paralis (hilangnya kemampuan untuk bergerak karena kerusakan pada saraf). Kejadian ini terajadi di Teluk Minamata dan Sungai Jintsu karena pencemaran oleh raksa (Hg).

4.      Berdampak jangka panjang (antar generasi)
Dampak yang ditimbulkan limbah terutama limbah kimia biasanya tidak sekedar berdampak pada orang yang terkena tetapi dapat mengakibatkan turunannya mengalami hal serupa.

Dari karakteristik limbah di atas pencemaran limbah juga didukung oleh adanya faktor-faktor yang mempengaruhi pencemaran limbah terhadap lingkungan diantaranya :

1)      Volume Limbah
Tentunya semakin banyak limbah yang dihasilkan oleh manusia dampak yang akan ditimbulkan semakin besar pula terasa.

2)      Kandungan Bahan Pencemar
Kandunngan yang terdapat di limbah ini mengakibatkan pencemaran lingkungan apabila kandunganya berbahaya dapat mengakibatkan pencemaran yang fatal bahkan dapat membunuh manusia serta mahluk hidup sekitar.

3)      Frekuensi Pembuangan Limbah
Pada saat sekarang ini pembuangan limbah semakin naik frekuensinya di karenakan banyaknya industri yang berdiri. Dengan semakin banyak frekuensi limbah tentunya pembuangan limbah menjadi tidak terkandali dan usaha untuk mengolahnya tidak dapat maksimal dikarenakan pengolahan limbah yang masih jauh dari harapan kita semua.




2.3. Sumber dan Jenis Limbah

2.3.1.      Sumber Utama Limbah

Sumber adanya limbah sebenarnya banyak sekali tetapi pada pengelompokannya sumber limbah terdiri dari :

1.  Aktivitas manusia
Saat manusia melakukan aktivitas untuk menghasikan sesuatu barang produksi maka akan timbul suatu limbah karena tidak mampunya pengolahan yang dilakukan oleh manusia menggunakan mesin dan juga sulitnya untuk mengolah barang yang tidak berguna menjadi barang yang bisa dimanfaatkan untuk keperluan manusia. Berikut adalah limbah yang dihasilkan oleh aktivitas manusia misalnya :
1)      Hasil pembakaran bahan bakar pada industry dan juga kendaran bermotor,
2)      Pengolahan bahan tambang dan minyak bumi,
3)      Pembakaran hutan untuk membuka lahan pertanian ataupun perumahan.

2.      Aktivitas alam
Selain dari aktivitas diatas pencemaran limbah di bumi juga di timbulkan oleh aktivitas alam walaupun jumlahnya sangat sedikit pengaruhnya terhadap lingkungan karena lokasinya yang bisaanya bersifat lokal. Berikut ini contoh dari aktivitas alam yang menghasilkan limbah yaitu :
1)      Pembusukan bahan organik alami;
2)      Adanya aktivitas gunung berapi;
3)      Banjir, longsor serta aktivitas alam yang lainnya.

Karena kedua aktivitas ini menimbulkan limbah yang mencemari lingkungan, manusia di bumi terus mengembangkan teknologi untuk mencegah dampak pencemaran lingkungan. Walaupun dilain pihak limbah terus meningkat terutama diakibatkan oleh aktivitas manusia hal ini didorong oleh beberapa faktor sebagai berikut :

1.      Perkembangan industri
Perkembangan industri yang sangat cepat baik pertambangan, transportasi dan manufakur atau pabrik yang mengahasilkan limbah dalam jumlah yang relative besar sehingga terjadi pembuangan limbah yang kurang terkontrol karena kurannya teknologi untuk membuat limbah menjadi barang yang terurai atau ramah lingkungan.



2.      Modernisasi
Pada saat sekarang perkembangan teknologi untuk menghasilkan barang semakin marak digunakan dikalangan orang yang mengeluti bidang industri. Hal ini bertujuan untuk menghasilkan barang dengan cepat tetapi di lain hal perkembangan teknologi berakibat pada semakin banyaknya limbah yang dihasilkan oleh teknologi itu sendiri.

3.      Pertambahan penduduk
Semakin banyaknya penduduk di bumi ini mengakibatkan bertambah meningkatnya kebutuhan akan tempat tinggal serta meingkatnya jumlah kebutuhan akan barang. Hal ini dapat menimbulkan berberpa macam masal seperti :

1)      Pembukaan lahan untuk pemukiman dan saran transportasi
Hal tersebut berdampak terhadap semakin berkurangnya hutan untuk mengurangi kadar pencemaran lingkungan.

2)      Penimbunan limbah
Kurang mampunya TPA (Tempat Pembuangan Akhir) dalam menampung limbah sehingga limbah menumpuk di suatu tempat yang berdampak terhadap kualitas lingkungan sekitar yang akan menurun.

2.3.2.      Jenis Limbah

Bermacam-macam limbah mungkin akan kita temui di sekitar kita. Pernahkah anda melihat limbah plastik, kaleng, pecahan kaca, kotoran hewan dan lain sebagainya. Dari sekian banyaknya limbah ini dapat dikelompokan berdasar sumber dari limbah ini berasal seperti penjelasan di bawah ini :

1.      Garbage yaitu sisa pengelolaan atau sisa makanan yang mudah membusuk. Misal limbah yang dihasilkan oleh rumah tangga, restoran dan hotel.
2.      Rubbish yaitu bahan atau limbah yang tidak mudah membusuk yang terdiri dari :
1)      Bahan yang mudah terbakar seperti kayu   dan kertas;
2)      Bahan yang tidak mudah terbakar seperti kleng dan kaca.
3.      Ashes yaitu sejenis abu hasil dari proses pembakaran seperti pembakaran kayu, batubara maupun abu dari hasil industri.
4.      Dead animal yaitu segala jenis bangkai yang membusuk seperti bangkai kuda, sapi, kucing tikus dan lain-lain.
5.      Street sweeping yaitu segala jenis limbah atau kotoran yang berserakan di jalan karena perbuatan orang yang tidak bertanggung jawab.
6.      Industrial waste yaitu benda-benda padat sisa dari industri yang tidak tepakai atau dibuang. Misalnya industri kaleng dengan potongan kaleng-kaleng yang tidak terolah.


2.4.   Komposisi, Dampak, Pengelolaan dan Pembuangan Limbah

2.4.1.      Komposisi Limbah

Berdasarkan komposisinya, limbah dibedakan menjadi dua, yaitu:

1.      Limbah Organik, yaitu limbah yang mudah membusuk seperti sisa makanan, sayuran, daun-daun kering, dan sebagainya. Limbah ini dapat diolah lebih lanjut menjadi kompos.
2.      Limbah Anorganik, yaitu limbah yang tidak mudah membusuk, seperti plastik wadah pembungkus makanan, kertas, plastik mainan, botol dan gelas minuman, kaleng, kayu, dan sebagainya. Limbah ini dapat dijadikan limbah komersil atau limbah yang laku dijual untuk dijadikan produk lainnya. Beberapa limbah anorganik yang dapat dijual adalah plastik wadah pembungkus makanan, botol dan gelas bekas minuman, kaleng, kaca, dan kertas, baik kertas koran, HVS, maupun karton. Di negara-negara berkembang komposisi limbah terbanyak adalah limbah organik, sebesar 60 – 70%, dan limbah anorganik sebesar ± 30%.
3.      Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun, berdasarkan Pasal 1 angka (20) UUPPLH adalah zat, energi, dan/atau komponen lain yang karena sifat, konsentrasi, dan/atau jumlahnya, baik secara langsung maupun tidak langsung, dapat mencemarkan dan/atau merusak lingkungan hidup, dan/atau membahayakan lingkungan hidup, kesehatan, serta kelangsungan hidup manusia dan makhluk hidup lain.

2.4.2.      Dampak bagi lingkungan sekolah

Dampak negatif yang ditimbulkan dari limbah yang tidak dikelola dengan baik adalah sebagai berikut:

1.      Gangguan Kesehatan
Timbunan limbah dapat menjadi tempat pembiakan lalat yang dapat mendorong penularan infeksi.
Timbunan limbah dapat menimbulkan penyakit yang terkait dengan tikus.

2.      Menurunnya kualitas lingkungan

3.      Menurunnya estetika lingkungan
Timbunan limbah yang bau, kotor dan berserakan akan menjadikan lingkungan tidak indah untuk dipandang mata;
4.      Terhambatnya proses belajar mengajar
Dengan menurunnya kualitas dan estetika lingkungan, mengakibatkan semangat, ketenangan, dan konsentrasi belajar para siswa akan terganggu sehingga proses belajar mengajar terhambat.

2.4.3.      Pengelolaan Limbah

Agar pengelolaan limbah berlangsung dengan baik dan mencapai tujuan yang diinginkan, maka setiap kegiatan pengelolaan limbah harus mengikuti filosofi pengelolaan limbah.Filosofi pengelolaan limbah adalah “bahwa semakin sedikit dan semakin dekat limbah dikelola dari sumbernya, maka pengelolaannya akan menjadi lebih mudah dan baik, serta lingkungan yang terkena dampak juga semakin sedikit”.

Tahapan Pengelolaan limbah yang dapat dilakukan di lingkungan sekolah:

1.      Pencegahan dan Pengurangan Limbah dari Sumbernya.
Kegiatan ini dimulai dengan kegiatan pemilahan atau pemisahan limbah organik dan anorganik dengan menyediakan tempat limbah organik dan anorganik.

2.      Pemanfaatan Kembali.
Kegiatan pemanfaatan limbah kembali, terdiri atas:

1)      Pemanfaatan limbah organik, seperti composting (pengomposan). Limbah yang mudah membusuk dapat diubah menjadi pupuk kompos yang ramah lingkungan Berdasarkan hasil, penelitian diketahui bahwa dengan melakukan kegiatan composting limbah organik yang komposisinya mencapai 70%, dapat direduksi hingga mencapai 25%.

2)      Pemanfaatan limbah anorganik, baik secara langsung maupun tidak langsung. Pemanfaatan kembali secara langsung, misalnya pembuatan kerajinan yang berbahan baku dari barang bekas, atau kertas daur ulang. Sedangkan pemanfaatan kembali secara tidak langsung, misalnya menjual barang bekas seperti kertas, plastik, kaleng, koran bekas, botol, gelas dan botol air minum dalam kemasan.





2.4.4.      Tempat Pembuangan Limbah Akhir

Sisa limbah yang tidak dapat dimanfaatkan secara ekonomis baik dari kegiatan composting maupun pemanfaatan limbah anorganik,  jumlahnya mencapai ± 10%, harus dibuang ke Tempat Pembuangan Limbah Akhir (TPA). Di Indonesia, pengelolaan TPA menjadi tanggung jawab masing-masing Pemerintah daerah.
Dengan pengelolaan limbah yang baik, sisa limbah akhir yang benar-benar tidak dapat dimanfaatkan lagi hanya sebesar ± 10%. Kegiatan ini tentu saja berguna bagi pembelajaran bagi para siswa untuk lebih kreatif dan inovatif dalam menangani limbah, serta memperkecil permasalahan limbah yang saat ini dihadapi oleh banyak orang saat ini.
Pengelolaan limbah yang dilakukan di lingkungan sekolah akan memberikan banyak manfaat, diantaranya adalah:
1.      Menjaga keindahan, kebersihan dan estetika lingkungan sekolah sehingga nyaman dalam proses belajar mengajar ;
2.      Mengasah kreatifitas para siswa dalam penanganan limbah;
3.      Berpartisipasi dalam menjaga kelestarian alam;
4.      Mengurangi beban Pemda dalam mengelola limbah.
 
-->
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN

3.1. Waktu, Tempat, Metode dan TujuanPenelitian

3.1.1. Waktu dan Tempat Penelitian

Adapun Penelitian yang dilakukan pada tanggal28 Desember 2012 dan 7 mei 2012, di Jl.Pramuka, Kelurahan Cikondang, Kecamatan Citamiang, Kota Sukabumi.
Pada saat penelitian tim penulis dipandu oleh Bapak Asep selaku pemilik PD. Berkah Ummi Group hal ini di maksudkan supaya proses penelitian dapat berjalan dengan lancar dan efisien. Selain itu, tim penulis mengadakan kunjungan sekaligus penelitian di PD. Berkah Ummi Group.
Penelitian dilakukan satu tahap dan dilakukan dengan pembagian tim penulis  menjadi tiga kelompok. Tujuan pembagian ini, di maksudkan untuk mempermudah pengolahan dan perolehan data yang murni.
Selainitu, tim penulis juga mencari berbagai referensi yang bersumber dari internet maupun dari buku-buku yang menyangkut tentang limbah di Perpustakaan SMK Negeri 2 Kota Sukabumi. Dari penelusuran tersebut, tim penulis berhasil mendapatkan berbagai data-data informasi yang relevan.

3.1.2. MetodePenelitian

Adapun sarana yang dipergunakan untuk mengetahui tentang objek yang ditentukan adalah :

1.      Wawancara
Tim penulis melakukan wawancara langsung dengan pemilik pabrik dan warga sekitar industri tentang keberadaan pabrik di daerah tersebut.

2.      Observasi
Tim penulis melakukan observasi langsung ke pabrik yang berada di daerah tersebut.

3.      Studi Pustakaan
Tim penulis melakukan pencarian data dari buku serta media informasi lain yang berkaitan dengan objek penelitian.

3.1.3. TujuanPenelitian

Penelitian ini bertujuan untuk:
1.    Mendeskripsikan pengolahan  limbah home industry yang penulis tinjau di P.D Barokah Ummi Group.
2.      Mendeskripsikan manfaat dan dampak dari home industry bagi lingkungan sekitar.
3.  Untuk memberikan kesadaran kepada kita betapa pentingnya menjaga dan memelihara lingkungan kita agar terhindar dari pencemaran.
4.     Supaya siswa/i yang sudah belajar hal yang mengenai limbah dapat menginformasikan kepada masyarakat agar tidak membuang limbah disembarang tempat.

BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.1. Hasil Penelitian

Penelitian karya tulis ilmiah ini dilakukan di sebuah home indusrty bernama P.D. Berkah Ummi Group yang bertempat di Jl.Pramuka, Kelurahan Cikondang, Kecamatan Citamiang, Kota Sukabumi. Home industry  ini adalah salah satu  jenis home industry kripik pedas terbesar di Sukabumi dan telah tersohor di dalam maupun luar kota seperti Bogor , Cianjur dan Jakarta. Tidak hanya memproduksi kripik pedas home industry ini juga memproduksi kerupuk pedas beraneka rasa. Home industry ini memiliki 40 karyawan yang mempunyai tugas yang berbeda-beda, diantaranya : 29 karyawan bagian pengepakan dan pengupasan, 10 karyawan bagian penggorengan dan pemotongan  , dan 1 orang sebagai leader karyawan.
P.D Berkah Ummi Group adalah perusahaan keluarga yang  diketuai oleh Bapak Asep. PD ini telah berjalan selama 6 tahun yang perharinya mampu memproduksi 800 pak yang 1 paknya berisi 20 bungkus keripik/kerupuk. PD ini juga telah menjadi salah satu lapangan kerja bagi masyarakat sekitar, terbukti dengan semua karyawannya adalah masyarakat sekitar.
Pak Asep menuturkan bahwa laba kotor home industry ini hasilkan per-minggu nya ialah sebesar Rp.40.000.000 dari berbagai produk yang diproduksi. Dan laba bersih yang Pak Asep dan keluarganya terima sekitar 15% dari laba tersebut. cukup besar jika dilihat dari jenis perusahaan home industry.
Cabai yang digunakan oleh PD Ummi Group ini adalah cabai import dari Thailand. Cabai ini dipilih bukan karena tidak  menghargai produk tanah air, akan tetapi cabai ini dipilih karena rasa yang dihasilkan pedas manis,tidak seperti cabai lokal yang pedas pahit.
 PD Berkah Ummi Group terletak didalam gang, dimana gang tersebut berdiri ratusan rumah warga. Tim penulis melihat bahwa keberadaan home industry tersebut strategis,walaupun berada di tengah pemukiman tetap tidak mengganggu kelangsungan hidup masyarakat sekitar pabrik tersebut, karena berada di lingkungan terbuka.
Limbah yang dihasilkan pabrik sangatlah beraneka ragam termasuk PD Berkah Ummi Group, yang menghasilkan berbagai limbah yang terdiri dari: limbah minyak sisa penggorengan atau yang biasa masyarakat indonesia sebut minyak  jelantah, kulit singkong , plastik, dan asap yang dihasilkan ketika penggorengan berlangsung.



4.2. Pembahasan
Menurut hasil observasi penulis, limbah yang dihasilkan oleh PD Berkah Ummi Group dimanfaatkan kembali dan tidak terbuang sia-sia. Diantaranya :
4.2.1.      Limbah minyak sisa penggorengan
Karena home industry ini masih menggunakan cara manual untuk proses pengepakan maka proses pengepakan dilakukan dengan cara membakar ujung plastik untuk merapatkan bungkusannya, dan bahan bakar yang dipakai adalah minyak sisa penggorengan.

4.2.2.      Limbah kulit singkong
Kulit singkong yang jelas tidak diperlukan untuk pembuatan kripik sehingga dijadikan pupuk organik/kompos dan pakan ternak.

4.2.3.      Asap hasil penggorengan
Untuk proses penggorengan PD Berkah Ummi Group menggunakan bahan bakar kayu. Maka dari itu asap yang dihasilkan lebih banyak dibandingkan menggunakan bahan bakar gas, tetapi asap tidak akan  mengganggu warga sekitar karena asap tersebut diarahkan oleh sebuah kipas angin menuju ke sawah yang letaknya tidak terlalu dekat dari pemukiman warga.

4.2.4.      Limbah plastik
Untuk limbah plastik, tim penulis menemukan informasi bahwa plastik-plastik tersebut dibakar  bersama barang sisa (barang yang dikembalikan pedagang) dan sebagian dibuang percuma.

Tidak hanya mencari informasi kepada PD Berkah Ummi Group saja. Penulis juga mencari informasi kepada masyarakat sekitar terkait keberadaan home industry tersebut. Mereka menuturkan keberadaan PD Berkah Ummi Group tidak mengusik ataupun merugikan kelangsungan hidup masyarakat sekitar pabrik. Tetapi sebaliknya, senada dengan namanya “Berkah” karena dengan adanya home industry tersebut pengangguran disekitar  PD Berkah Ummi Group  berkurang. Disebabkan semua karyawan yang bekerja adalah warga sekitar.

-->
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN

5.1. Kesimpulan

Limbah adalah buangan yang dihasilkan dari suatu proses produksi baik industri maupun domestik (rumah tangga, yang lebih dikenal sebagai sampah) atau juga dapat dihasilkan oleh alam yang kehadirannya pada suatu saat dan tempat tertentu tidak dikehendaki lingkungan karena tidak memiliki nilai ekonomis.
Karakteristik limbah: Berukuran mikro; Dinamis berdampak luas (penyebarannya); Berdampak jangka panjang (antar generasi); Limbah merupakan hasil dari aktivitas manusia dan aktivitas alam.Pengolahan limbah merupakan cara untuk mengurangi pencemaran yang diakibatkan oleh limbah.
Pemeliharaan lingkungan dewasa ini mutlak diperlukan karena lingkungan kita semakin hari semakin rusak akibat pencemaran lingkungan. Pencemaran lingkungan tidak dapat dihindari tapi perlu di kendalikan agar tidak semakin parah. Berbagai cara dapat dilakukan diantaranya dengan mengurangi penggunaan bahan pencemar (reduce), menggunakan kembali barang untuk kegunaan yang sama (reuse), dan melakukan daur ulang barang (recycle).
Dalam penelitian ini, tim penulis menemukan bahwa home industry PD. Berkah Ummi Group telah menerapkan proses menggunakan kembali barang (reuse) seperti limbah minyak menjadi bahan bakar lampu, kulit singkong menjadi pupuk kompos.

5.2. Saran

Pengolahan limbah disaat ini perlu perhatian khusus mengingat semakin banyaknya volume limbah di lingkungan sekitar. Dengan pengolahan limbah diharapkan lingkungan sekitar bisa tetap alami tidak tercemar oleh limbah.
Maka dari itu tim penulis menyarankan:

1.      Untuk mempertahankan cara pengelolaan limbah yang dihasilkan home industry PD Berkah Ummi Group. Agar limbah tidak terbuang sia-sia dan keseimbangan lingkungan tetap terjaga.

2.      Karena home industri ini masih menggunakan kayu untuk bahan bakar. Maka sudah menjadi rahasia umum bahwa kayu menjadi barang mewah yang lama-lama akan sulit didapatkan ketika populasi manusia semakin meningkat. Maka tim penulis menyarankan untuk menggunakan biogas untuk bahan bakar selain lebih hemat dan tahan lama juga secara tidak langsung bisa menyelamatkan lingkungan dari kelangkaan kayu dimasa yang akan datang.
3.      Tim penulis menyarankan untuk meningkatkan kebersihan pabrik. Karena tim penulis lihat tidak sedikit sampah-sampah plastik, barang sisa yang dibiarkan dan berserakan. Juga sarang laba-laba yang menumpuk di bilik-bilik dinding. Tidak menutup kemingkinan jika produk akan terkontaminasi bakteri-bakteri.

 
-->
DAFTAR PUSTAKA


Group, Ummi, Berkah. Jl Pramuka. Cikondang. Sukabumi ; PD Berkah Ummi Group.

Ciputra Entrepreneurship. 2009. Limbah Tak Selalu Jadi Sampah. Tersedia :  http://ciputraentrepreneurship.com/en/indonesian-entrepreneur/589-limbah- tak-selalu-jadi-sampah.html  [8 April 2010]

Dahlan Forum. 2009. Pencemaran Lingkungan. Tersedia: http://dahlanforum.wordpress.com/2009/03/27/pencemaran-lingkungan. [April 2010]

Wardhana, Wisnu Arya. 1995. Dampak Pencemaran Lingkungan.Yogyakarta: Andi offset

Pasal 1 angka (20) Undang-Undang No. 32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (UUPPLH).

 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar