-->
BAB I
PENDAHULUAN
1.1.Latar Belakang
Masalah lingkungan yang dihadapi dewasa ini pada dasarnya
adalah masalah ekologi manusia. Dimulai dengan makin maraknya industri besar
yang berdiri serta kehidupan masyarakat yang tidak peduli terhadap lingkungan
sekitarnya. Mulailah timbuh tumpukan limbah yang tidak dibuang sebagaimana
mestinya. Hal ini berakibat pada kehidupan manusia di bumi yang menjadi tidak
sehat sehingga menurunkan kualitas kehidupan terutama pada lingkungan sekitar.
Maka dari itu karya tulis ilmiah ini akan dilengkapi
dengan faktor – faktor yang timbul dan upaya – upaya yang dapat dilakukan
mengenai masalah limbah. Dengan maksud dan tujuan supaya karya tulis ilmiah
ilmiah tentang dampak limbah serta penanggulangannya ini dapat dijadikan
masukan untuk membenahi kualitas kehidupan karena adanya limbah yang tidak di
buang sebagaimana mestinya.
Pada karya tulis ilmiah ini terdapat beberapa cara yang
dapat ditempuh guna meminimalisir dampak dari limbah dan akhirnya kita dapat
bersama mengurangi dampak dari adanya limbah sampah. Karena ada juga yang masih
dapat dimanfaatkan terutama limbah hewan yang dapat dijadiakan pupuk atau
limbah plastik yang isa di daur ulang serta limbah lain yang bisa dimanfaatkan
kembali.
1.2. Perumusan Masalah
Penelitian
ini mengangkat masalah mengenai pemanfaatan limbah home industry keripik pedas,
yang membahas:
1.2.1.
Limbah apa saja yang di hasilkan oleh
industri ini ?
1.2.2.
Bagaimana cara memanfaatkan limbah
minyak sisa penggorengan keripik sehingga tidak mencemari lingkungan ?
1.2.3.
Bagaimana cara memanfaatkan limbah yang
berasal dari kulit singkong sehingga tidak hanya menjadi yang tidak berguna ?
1.3.Kegunaan
Penelitian
Penelitian ini diharapkan berguna bagi semua pihak,
diantaranya :
1.3.1.
Siswa
Untuk
para siswa diharapkan pendaur ulangan limbah menjadi pemicu kesadaran akan
pentingnya berpikir kreatif dalam pelestarian lingkungan.
1.3.2.
Guru
Penelitian
ini diharapkan menjadi referensi dalam proses pembelajaran bagi peserta didik
untuk lebih mecintai lingkungan.
1.3.3.
Masyarakat
Bagi
masyarakat penelitian ini diharapkan menjadi sumber pengetahuan dalam mengatasi
persoalan limbah rumah tangga.
-->
BAB II
KAJIAN TEORITIS
2.1. Pengertian Limbah
Limbah
berdasarkan Pasal 1 angka (20) Undang-Undang No. 32 tahun 2009 tentang
Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (UUPPLH) adalah sisa suatu usaha
dan/atau kegiatan.
Limbah
adalah buangan yang dihasilkan dari suatu proses produksi baik industri maupun
domestik (rumah tangga, yang lebih dikenal sebagai limbah) atau juga dapat
dihasilkan oleh alam yang kehadirannya pada suatu saat dan tempat tertentu
tidak dikehendaki lingkungan karena tidak memiliki nilai ekonomis. Bila
ditinjau secara kimiawi, limbah ini terdiri dari bahan kimia organik dan
anorganik (Cucu Suhendar, IPA SMK Armiko,2006)
Menurut Ecolink 1996 Limbah
adalah barang yang terbuang atau dibuang dari aktivitas manusia maupun proses
alam.
Sedangkan menurut Wakipedia Indonesia Limbah adalah
buangan yang dihasilkan dari suatu proses produksi baik industri maupun
domestik(rumah tangga). Yang kehadirannya pada suatu saat & tempat tertentu
tidak dikehendaki lingkungan karena tidak memiliki nilai ekonomis.
Jadi limbah adalah zat buangan tidak terpakai yang
berasal dari proses produksi industri maupun domestik yang berdampak negatif
terhadap masyarakat jika tidak dikelola dengan baik.
Dengan konsentrasi dan kuantitas tertentu, kehadiran
limbah dapat berdampak negatif terhadap lingkungan terutama bagi kesehatan
manusia, sehingga perlu dilakukan penanganan terhadap limbah. Penanganan limbah
ini tentunya tidak hanya sekedar mengolah atau mendaur ulang langsung tanpa
memperhatikan jenis limbah dan cara penangannanya karena dari setiap limbah
yang ada mempunyai ciri berbeda terhadap dampak yang ditimbulkanya.
2.2.
Karakteristik Limbah :
Pada umumnya sesuatu yang ada di bumi ini memiliki suatu
karakteristik yang berbeda. Termasuk juga limbah
yang mempunyai karakteristik sebagai berikut :
1.
Berukuran mikro
Karekteristik ini
merupakan karakterisik pada besar kecilnya limbah atau volumenya. Contoh dari
limbah yang berukuran mikro atau kecil atau bahkan tidak bisa terlihat adalah
limbah industri berupa bahan kimia yang tidak terpakai yang di buang tidak
sesuai dengan prosedur pembuangan yang dianjurkan.
2.
Dinamis
Yang dimaksud dinamis
disini adalah tentang cara pencemarannya yang tidak dalam waktu singkat menyebar
dan mengakibatkan pencermaran. Biasanya limbah dalam menyerbar di perlukan
waktu yang cukup lama dan tidak diketahui dengan hanya melihat saja. Hal ini
dikarenakan ukuran limbah yang tidak dapat dilihat.
3.
Berdampak luas (penyebarannya)
Luasnya dampak yang di
timbulkan oleh limbah ini merupakan efek dari karakteristik limbah yang
berukuran mikro yang tak dapat dilihat dengan mata telanjang. Contoh dari
besarnya dampak yang ditimbulkan yaitu adanya istilah “Minamata Disease” atau
keracunan raksa (Hg) di Jepang yang mengakibatkan nelayan-nelayan mengidap
paralis (hilangnya kemampuan untuk bergerak karena kerusakan pada saraf). Kejadian ini terajadi di Teluk Minamata
dan Sungai Jintsu karena pencemaran oleh raksa (Hg).
4.
Berdampak jangka panjang (antar
generasi)
Dampak
yang ditimbulkan limbah terutama limbah kimia biasanya tidak sekedar berdampak
pada orang yang terkena tetapi dapat mengakibatkan turunannya mengalami hal
serupa.
Dari karakteristik limbah di atas pencemaran limbah juga
didukung oleh adanya faktor-faktor yang mempengaruhi pencemaran limbah terhadap
lingkungan diantaranya :
1)
Volume Limbah
Tentunya semakin
banyak limbah yang dihasilkan oleh manusia dampak yang akan ditimbulkan semakin
besar pula terasa.
2)
Kandungan Bahan Pencemar
Kandunngan yang
terdapat di limbah ini mengakibatkan pencemaran lingkungan apabila kandunganya
berbahaya dapat mengakibatkan pencemaran yang fatal bahkan dapat membunuh
manusia serta mahluk hidup sekitar.
3)
Frekuensi Pembuangan Limbah
Pada saat sekarang ini
pembuangan limbah semakin naik frekuensinya di karenakan banyaknya industri
yang berdiri. Dengan semakin banyak frekuensi limbah tentunya pembuangan limbah
menjadi tidak terkandali dan usaha untuk mengolahnya tidak dapat maksimal
dikarenakan pengolahan limbah yang masih jauh dari harapan kita semua.
2.3. Sumber dan Jenis
Limbah
2.3.1.
Sumber Utama Limbah
Sumber
adanya limbah sebenarnya banyak sekali tetapi pada pengelompokannya sumber
limbah terdiri dari :
1. Aktivitas manusia
Saat
manusia melakukan aktivitas untuk menghasikan sesuatu barang produksi maka akan
timbul suatu limbah karena tidak mampunya pengolahan yang dilakukan oleh
manusia menggunakan mesin dan juga sulitnya untuk mengolah barang yang tidak
berguna menjadi barang yang bisa dimanfaatkan untuk keperluan manusia. Berikut
adalah limbah yang dihasilkan oleh aktivitas manusia misalnya :
1)
Hasil pembakaran bahan bakar pada
industry dan juga kendaran bermotor,
2)
Pengolahan bahan tambang dan minyak
bumi,
3)
Pembakaran hutan untuk membuka lahan
pertanian ataupun perumahan.
2.
Aktivitas alam
Selain dari aktivitas diatas pencemaran limbah di bumi
juga di timbulkan oleh aktivitas alam walaupun jumlahnya sangat sedikit
pengaruhnya terhadap lingkungan karena lokasinya yang bisaanya bersifat lokal.
Berikut ini contoh dari aktivitas alam yang menghasilkan limbah yaitu :
1)
Pembusukan bahan organik alami;
2)
Adanya aktivitas gunung berapi;
3)
Banjir, longsor serta aktivitas alam
yang lainnya.
Karena kedua aktivitas ini menimbulkan limbah yang
mencemari lingkungan, manusia di bumi terus mengembangkan teknologi untuk
mencegah dampak pencemaran lingkungan. Walaupun dilain pihak limbah terus
meningkat terutama diakibatkan oleh aktivitas manusia hal ini didorong oleh
beberapa faktor sebagai berikut :
1.
Perkembangan industri
Perkembangan industri yang sangat cepat baik
pertambangan, transportasi dan manufakur atau pabrik yang mengahasilkan limbah
dalam jumlah yang relative besar sehingga terjadi pembuangan limbah yang kurang
terkontrol karena kurannya teknologi untuk membuat limbah menjadi barang yang
terurai atau ramah lingkungan.
2.
Modernisasi
Pada saat sekarang perkembangan teknologi untuk
menghasilkan barang semakin marak digunakan dikalangan orang yang mengeluti
bidang industri. Hal ini bertujuan untuk menghasilkan barang dengan cepat
tetapi di lain hal perkembangan teknologi berakibat pada semakin banyaknya limbah
yang dihasilkan oleh teknologi itu sendiri.
3.
Pertambahan penduduk
Semakin banyaknya penduduk di bumi ini mengakibatkan
bertambah meningkatnya kebutuhan akan tempat tinggal serta meingkatnya jumlah kebutuhan
akan barang. Hal ini dapat menimbulkan berberpa macam masal seperti :
1)
Pembukaan lahan untuk pemukiman dan
saran transportasi
Hal tersebut berdampak
terhadap semakin berkurangnya hutan untuk mengurangi kadar pencemaran
lingkungan.
2)
Penimbunan limbah
Kurang
mampunya TPA (Tempat Pembuangan Akhir) dalam menampung limbah sehingga limbah
menumpuk di suatu tempat yang berdampak terhadap kualitas lingkungan sekitar
yang akan menurun.
2.3.2.
Jenis Limbah
Bermacam-macam limbah mungkin akan kita temui di sekitar
kita. Pernahkah anda melihat limbah plastik, kaleng, pecahan kaca,
kotoran hewan dan lain sebagainya. Dari sekian banyaknya limbah ini dapat
dikelompokan berdasar sumber dari limbah ini berasal seperti penjelasan di
bawah ini :
1.
Garbage yaitu sisa pengelolaan atau sisa makanan yang mudah
membusuk. Misal limbah yang dihasilkan oleh rumah tangga, restoran dan hotel.
2.
Rubbish yaitu bahan atau limbah yang tidak mudah membusuk yang
terdiri dari :
1)
Bahan yang mudah terbakar seperti kayu
dan kertas;
2)
Bahan yang tidak mudah terbakar seperti
kleng dan kaca.
3.
Ashes yaitu sejenis abu hasil dari proses pembakaran seperti
pembakaran kayu, batubara maupun abu dari hasil industri.
4.
Dead animal yaitu segala jenis
bangkai yang membusuk seperti bangkai kuda, sapi, kucing tikus dan lain-lain.
5.
Street sweeping yaitu segala jenis
limbah atau kotoran yang berserakan di jalan karena perbuatan orang yang tidak
bertanggung jawab.
6.
Industrial waste yaitu benda-benda padat sisa dari
industri yang tidak tepakai atau dibuang. Misalnya industri kaleng
dengan potongan kaleng-kaleng yang tidak terolah.
2.4.
Komposisi, Dampak, Pengelolaan dan
Pembuangan Limbah
2.4.1.
Komposisi Limbah
Berdasarkan komposisinya, limbah dibedakan menjadi dua, yaitu:
1.
Limbah Organik, yaitu limbah yang mudah membusuk seperti sisa makanan,
sayuran, daun-daun kering, dan sebagainya. Limbah ini dapat diolah lebih lanjut
menjadi kompos.
2.
Limbah Anorganik, yaitu limbah yang tidak mudah
membusuk, seperti plastik wadah pembungkus makanan, kertas, plastik mainan,
botol dan gelas minuman, kaleng, kayu, dan sebagainya. Limbah ini dapat
dijadikan limbah komersil atau limbah yang laku dijual untuk dijadikan produk
lainnya. Beberapa limbah anorganik yang dapat dijual adalah plastik wadah
pembungkus makanan, botol dan gelas bekas minuman, kaleng, kaca, dan kertas,
baik kertas koran, HVS, maupun karton.
Di negara-negara berkembang komposisi
limbah terbanyak adalah limbah organik, sebesar 60 – 70%, dan limbah anorganik
sebesar ± 30%.
3.
Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun, berdasarkan Pasal 1 angka (20) UUPPLH
adalah zat, energi, dan/atau komponen lain yang karena sifat, konsentrasi,
dan/atau jumlahnya, baik secara langsung maupun tidak langsung, dapat
mencemarkan dan/atau merusak lingkungan hidup, dan/atau membahayakan lingkungan
hidup, kesehatan, serta kelangsungan hidup manusia dan makhluk hidup lain.
2.4.2.
Dampak bagi lingkungan sekolah
Dampak
negatif yang ditimbulkan dari limbah yang tidak dikelola dengan baik adalah
sebagai berikut:
1.
Gangguan Kesehatan
Timbunan limbah dapat
menjadi tempat pembiakan lalat yang dapat mendorong penularan infeksi.
Timbunan limbah dapat
menimbulkan penyakit yang terkait dengan tikus.
2.
Menurunnya kualitas lingkungan
3.
Menurunnya estetika lingkungan
Timbunan limbah yang
bau, kotor dan berserakan akan menjadikan lingkungan tidak indah untuk
dipandang mata;
4.
Terhambatnya proses belajar mengajar
Dengan
menurunnya kualitas dan estetika lingkungan, mengakibatkan semangat,
ketenangan, dan konsentrasi belajar para siswa akan terganggu sehingga proses
belajar mengajar terhambat.
2.4.3.
Pengelolaan Limbah
Agar
pengelolaan limbah berlangsung dengan baik dan mencapai tujuan yang diinginkan,
maka setiap kegiatan pengelolaan limbah harus mengikuti filosofi pengelolaan
limbah.Filosofi pengelolaan limbah adalah “bahwa semakin sedikit dan semakin
dekat limbah dikelola dari sumbernya, maka pengelolaannya akan menjadi lebih
mudah dan baik, serta lingkungan yang terkena dampak juga semakin sedikit”.
Tahapan
Pengelolaan limbah yang dapat dilakukan di lingkungan sekolah:
1.
Pencegahan dan Pengurangan Limbah dari
Sumbernya.
Kegiatan
ini dimulai dengan kegiatan pemilahan atau pemisahan limbah organik dan
anorganik dengan menyediakan tempat limbah organik dan anorganik.
2.
Pemanfaatan Kembali.
Kegiatan
pemanfaatan limbah kembali, terdiri atas:
1)
Pemanfaatan limbah organik, seperti
composting (pengomposan). Limbah yang mudah membusuk dapat diubah menjadi pupuk
kompos yang ramah lingkungan Berdasarkan hasil, penelitian diketahui bahwa
dengan melakukan kegiatan composting limbah organik yang komposisinya mencapai
70%, dapat direduksi hingga mencapai 25%.
2)
Pemanfaatan limbah anorganik, baik
secara langsung maupun tidak langsung. Pemanfaatan kembali secara langsung,
misalnya pembuatan kerajinan yang berbahan baku dari barang bekas, atau kertas
daur ulang. Sedangkan pemanfaatan kembali secara tidak langsung, misalnya
menjual barang bekas seperti kertas, plastik, kaleng, koran bekas, botol, gelas
dan botol air minum dalam kemasan.
2.4.4.
Tempat Pembuangan Limbah Akhir
Sisa limbah yang tidak dapat dimanfaatkan secara ekonomis
baik dari kegiatan composting maupun pemanfaatan limbah anorganik,
jumlahnya mencapai ± 10%, harus dibuang ke Tempat Pembuangan Limbah Akhir
(TPA). Di Indonesia, pengelolaan TPA menjadi tanggung jawab
masing-masing Pemerintah daerah.
Dengan
pengelolaan limbah yang baik, sisa limbah akhir yang benar-benar tidak dapat
dimanfaatkan lagi hanya sebesar ± 10%. Kegiatan ini tentu saja berguna bagi
pembelajaran bagi para siswa untuk lebih kreatif dan inovatif dalam menangani
limbah, serta memperkecil permasalahan limbah yang saat ini dihadapi oleh
banyak orang saat ini.
Pengelolaan
limbah yang dilakukan di lingkungan sekolah akan memberikan banyak manfaat,
diantaranya adalah:
1.
Menjaga keindahan, kebersihan dan estetika lingkungan sekolah
sehingga nyaman dalam proses belajar mengajar ;
2.
Mengasah kreatifitas para siswa dalam
penanganan limbah;
3.
Berpartisipasi dalam menjaga kelestarian
alam;
4.
Mengurangi beban Pemda dalam mengelola
limbah.
-->
BAB
III
METODOLOGI
PENELITIAN
3.1. Waktu, Tempat, Metode dan
TujuanPenelitian
3.1.1. Waktu dan Tempat Penelitian
Adapun Penelitian yang dilakukan pada tanggal28 Desember
2012 dan 7 mei 2012, di Jl.Pramuka,
Kelurahan Cikondang, Kecamatan Citamiang, Kota Sukabumi.
Pada saat penelitian tim penulis dipandu oleh Bapak Asep
selaku pemilik PD. Berkah Ummi Group hal ini di maksudkan supaya proses
penelitian dapat berjalan dengan lancar dan efisien. Selain itu, tim penulis
mengadakan kunjungan sekaligus penelitian di PD. Berkah Ummi Group.
Penelitian dilakukan satu tahap dan dilakukan dengan
pembagian tim penulis menjadi tiga kelompok. Tujuan pembagian ini, di
maksudkan untuk mempermudah pengolahan dan perolehan data yang murni.
Selainitu, tim penulis juga mencari berbagai referensi
yang bersumber dari internet maupun dari buku-buku yang menyangkut tentang
limbah di Perpustakaan SMK Negeri 2 Kota Sukabumi. Dari
penelusuran tersebut, tim penulis berhasil mendapatkan berbagai data-data
informasi yang relevan.
3.1.2. MetodePenelitian
Adapun sarana yang dipergunakan untuk mengetahui tentang
objek yang ditentukan adalah :
1.
Wawancara
Tim
penulis melakukan wawancara langsung dengan pemilik pabrik dan warga sekitar
industri tentang keberadaan pabrik di daerah tersebut.
2.
Observasi
Tim penulis melakukan
observasi langsung ke pabrik yang berada di daerah tersebut.
3.
Studi Pustakaan
Tim
penulis melakukan pencarian data dari buku serta media informasi lain yang
berkaitan dengan objek penelitian.
3.1.3.
TujuanPenelitian
Penelitian
ini bertujuan untuk:
1. Mendeskripsikan pengolahan limbah
home industry yang penulis
tinjau di P.D Barokah Ummi Group.
2.
Mendeskripsikan manfaat dan dampak dari
home industry bagi lingkungan sekitar.
3. Untuk memberikan kesadaran kepada kita
betapa pentingnya menjaga dan memelihara lingkungan kita agar terhindar dari
pencemaran.
4.
Supaya siswa/i yang sudah belajar hal
yang mengenai limbah dapat menginformasikan kepada masyarakat agar tidak
membuang limbah disembarang tempat.
BAB
IV
HASIL
PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
4.1. Hasil Penelitian
Penelitian karya tulis ilmiah ini dilakukan di sebuah
home indusrty bernama P.D. Berkah Ummi Group yang bertempat di Jl.Pramuka,
Kelurahan Cikondang, Kecamatan Citamiang, Kota Sukabumi. Home industry
ini adalah salah satu jenis home industry kripik pedas terbesar di
Sukabumi dan telah tersohor di dalam maupun luar kota seperti Bogor , Cianjur
dan Jakarta. Tidak hanya memproduksi kripik pedas home industry ini juga
memproduksi kerupuk pedas beraneka rasa. Home industry ini memiliki 40 karyawan
yang mempunyai tugas yang berbeda-beda, diantaranya : 29 karyawan bagian
pengepakan dan pengupasan, 10 karyawan bagian penggorengan dan pemotongan
, dan 1 orang sebagai leader karyawan.
P.D Berkah Ummi Group adalah perusahaan keluarga
yang diketuai oleh Bapak Asep. PD ini telah berjalan selama 6 tahun yang
perharinya mampu memproduksi 800 pak yang 1 paknya berisi 20 bungkus
keripik/kerupuk. PD ini juga telah menjadi salah satu lapangan kerja bagi
masyarakat sekitar, terbukti dengan semua karyawannya adalah masyarakat
sekitar.
Pak Asep menuturkan bahwa laba kotor home industry ini
hasilkan per-minggu nya ialah sebesar Rp.40.000.000 dari berbagai produk yang
diproduksi. Dan laba bersih yang Pak Asep dan keluarganya terima sekitar 15%
dari laba tersebut. cukup besar jika dilihat dari jenis perusahaan home
industry.
Cabai yang digunakan oleh PD Ummi Group ini adalah cabai
import dari
Thailand.
Cabai ini dipilih bukan karena tidak menghargai produk tanah air, akan
tetapi cabai ini dipilih karena rasa yang dihasilkan pedas manis,tidak seperti
cabai lokal yang pedas pahit.
PD Berkah Ummi Group terletak didalam gang, dimana
gang tersebut berdiri ratusan rumah warga. Tim penulis melihat bahwa keberadaan
home industry tersebut strategis,walaupun berada di tengah pemukiman tetap
tidak mengganggu kelangsungan hidup masyarakat sekitar pabrik tersebut, karena
berada di lingkungan terbuka.
Limbah yang dihasilkan pabrik sangatlah beraneka ragam
termasuk PD Berkah Ummi Group, yang menghasilkan berbagai limbah yang terdiri
dari: limbah minyak sisa penggorengan atau yang biasa masyarakat indonesia
sebut minyak jelantah, kulit singkong , plastik, dan asap yang dihasilkan
ketika penggorengan berlangsung.
4.2.
Pembahasan
Menurut hasil observasi penulis, limbah yang dihasilkan
oleh PD Berkah Ummi Group dimanfaatkan kembali dan tidak terbuang sia-sia.
Diantaranya :
4.2.1.
Limbah minyak sisa penggorengan
Karena
home industry ini masih menggunakan cara manual untuk proses pengepakan maka
proses pengepakan dilakukan dengan cara membakar ujung plastik untuk merapatkan
bungkusannya, dan bahan bakar yang dipakai adalah minyak sisa penggorengan.
4.2.2.
Limbah kulit singkong
Kulit
singkong yang jelas tidak diperlukan untuk pembuatan kripik sehingga dijadikan
pupuk organik/kompos dan pakan ternak.
4.2.3.
Asap hasil penggorengan
Untuk
proses penggorengan PD Berkah Ummi Group menggunakan bahan bakar kayu. Maka dari
itu asap yang dihasilkan lebih banyak dibandingkan menggunakan bahan bakar gas,
tetapi asap tidak akan mengganggu warga sekitar karena asap tersebut
diarahkan oleh sebuah kipas angin menuju ke sawah yang letaknya tidak terlalu
dekat dari pemukiman warga.
4.2.4.
Limbah plastik
Untuk
limbah plastik, tim penulis menemukan informasi bahwa plastik-plastik tersebut
dibakar bersama barang sisa (barang yang dikembalikan pedagang) dan
sebagian dibuang percuma.
Tidak hanya mencari informasi kepada PD Berkah Ummi Group
saja. Penulis juga mencari informasi kepada masyarakat sekitar terkait
keberadaan home industry tersebut. Mereka menuturkan keberadaan PD Berkah Ummi
Group tidak mengusik ataupun merugikan kelangsungan hidup masyarakat sekitar
pabrik. Tetapi sebaliknya, senada dengan namanya “Berkah” karena dengan adanya
home industry tersebut pengangguran disekitar PD Berkah Ummi Group
berkurang. Disebabkan semua karyawan yang bekerja adalah warga sekitar.
-->
BAB
V
KESIMPULAN
DAN SARAN
5.1.
Kesimpulan
Limbah adalah buangan yang dihasilkan dari suatu proses
produksi baik industri maupun domestik (rumah tangga, yang lebih dikenal
sebagai sampah) atau juga dapat dihasilkan oleh alam yang kehadirannya pada
suatu saat dan tempat tertentu tidak dikehendaki lingkungan karena tidak
memiliki nilai ekonomis.
Karakteristik limbah: Berukuran mikro; Dinamis berdampak
luas (penyebarannya); Berdampak jangka panjang (antar generasi); Limbah
merupakan hasil dari aktivitas manusia dan aktivitas alam.Pengolahan limbah
merupakan cara untuk mengurangi pencemaran yang diakibatkan oleh limbah.
Pemeliharaan lingkungan dewasa ini mutlak diperlukan
karena lingkungan kita semakin hari semakin rusak akibat pencemaran lingkungan.
Pencemaran lingkungan tidak dapat dihindari tapi perlu di kendalikan agar tidak
semakin parah. Berbagai cara dapat dilakukan diantaranya dengan mengurangi
penggunaan bahan pencemar (reduce), menggunakan kembali barang untuk kegunaan
yang sama (reuse), dan melakukan daur ulang barang (recycle).
Dalam penelitian ini, tim penulis menemukan bahwa home
industry PD. Berkah Ummi Group telah menerapkan proses menggunakan kembali
barang (reuse) seperti limbah minyak menjadi bahan bakar lampu, kulit singkong
menjadi pupuk kompos.
5.2.
Saran
Pengolahan limbah
disaat ini perlu perhatian khusus mengingat semakin banyaknya volume limbah di
lingkungan sekitar. Dengan
pengolahan limbah diharapkan lingkungan sekitar bisa tetap alami tidak tercemar
oleh limbah.
Maka dari itu tim penulis menyarankan:
1.
Untuk mempertahankan cara pengelolaan
limbah yang dihasilkan home industry PD Berkah Ummi Group. Agar limbah tidak
terbuang sia-sia dan keseimbangan lingkungan tetap terjaga.
2.
Karena home industri ini masih
menggunakan kayu untuk bahan bakar. Maka sudah menjadi rahasia umum bahwa kayu
menjadi barang mewah yang lama-lama akan sulit didapatkan ketika populasi
manusia semakin meningkat. Maka tim penulis menyarankan untuk menggunakan
biogas untuk bahan bakar selain lebih hemat dan tahan lama juga secara tidak
langsung bisa menyelamatkan lingkungan dari kelangkaan kayu dimasa yang akan
datang.
3.
Tim penulis menyarankan untuk
meningkatkan kebersihan pabrik. Karena tim penulis lihat tidak sedikit
sampah-sampah plastik, barang sisa yang dibiarkan dan berserakan. Juga sarang
laba-laba yang menumpuk di bilik-bilik dinding. Tidak menutup kemingkinan jika
produk akan terkontaminasi bakteri-bakteri.
-->
DAFTAR PUSTAKA
Group,
Ummi, Berkah. Jl Pramuka. Cikondang. Sukabumi ; PD Berkah Ummi Group.
Ciputra
Entrepreneurship. 2009. Limbah Tak Selalu Jadi Sampah. Tersedia : http://ciputraentrepreneurship.com/en/indonesian-entrepreneur/589-limbah-
tak-selalu-jadi-sampah.html
[8 April 2010]
Dahlan
Forum. 2009. Pencemaran Lingkungan. Tersedia: http://dahlanforum.wordpress.com/2009/03/27/pencemaran-lingkungan. [April 2010]
Wardhana,
Wisnu Arya. 1995. Dampak Pencemaran Lingkungan.Yogyakarta: Andi offset
Pasal 1 angka (20)
Undang-Undang No. 32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan
Hidup (UUPPLH).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar